Powered By Blogger

Kamis, 08 Maret 2012

Bacaan Doa Mohon Cahaya


Bacaan Doa Mohon Cahaya
“Allaahummaj’al fii qalbii nuuran, wa fii lisaanii nuuran, waj’al fii sam’ii nuuran, waj’al fii basarii nuuran, waj’al min khalfii nuuran, wa min ammamii nuuran, waj’al min fauqii nuuran, wa min tahtii nuuran, allaahumma aatinii nuuran”
Arti Doa Mohon Cahaya
“Ya Allah, berikanlah cahaya pada hatiku, cahaya pada lisanku, berikanlah cahaya pada pendengaranku, berikanlah cahaya pada penglihatanku, berikanlah cahaya dari arah belakangku, cahaya dari arah depanku, berikanlah cahaya dari atasku, dan cahaya dari bawahku. Ya Allah, berikanlah cahaya padaku

Doa Mohon Keselamatan Dunia Dan Akhirat


Doa Mohon Keselamatan Dunia Dan Akhirat

Keselamatan dunia dan akhirat adalah cita-cita setiap muslim. Karena itu, seorang muslim tidak hanya mengejar kehidupan dunia, tetapi juga akhirat. Tidak hanya kehidupan akhirat, tetapi juga dunia. Keduanya berjalan seiring sejalan. Walaupun tentu saja ketika kedua kepentingan ini bertentangan, maka kehidupan akhirat yang lebih didahulukan, karena ia lebih abadi, sedangkan dunia bersifat fana.
Keinginan untuk selamat di dua alam ini tercermin dalam doa di bawah ini. Selain itu, doa ini juga mengandung permohonan yang diselamatkan tidak hanya pendoa, tetapi juga keluarga dan hartanya. Terkandung juga permintaan agar dijaga dari segala penjuru. Sungguh doa ini cukup komplit.
Bacaan Doa Mohon Keselamatan Dunia Dan Akhirat
“Allaahumma innii as’alukal ‘afwa wa ‘aafiyata fid dunyaa wal aakhirati. Allaahumma innii as’alukal ‘afwa wal ‘aafiyata fi diinii wa dunyaaya wa ahlii wa maalii. Allaahummastur ‘auratii wa aamin rau’atii. Allaahummahfazni min baini yadayya wa min khalfii wa ‘an yamiinii wa ‘an syimaalii wa min fauqii wa a’uuzu bi’azamatika an ugtaala min tahtii.”
Arti Doa Mohon Keselamatan Dunia Dan Akhirat
“Ya Allah, aku memohon kepada-Mu ampunan dan keselamatan di dunia dan akhirat. Ya Allah, aku memohon kepada-Mu ampunan dan keselamatan dalam agamaku, duniaku, keluargaku, dan hartaku. Ya Allah, tutupilah kesalahanku dan amankanlah rasa ketakutanku. Ya Allah, jagalah diriku, baik dari depan maupun dari belakang, dari kanan maupun dari kiri, dan dari atasku. Dan aku memohon perlindungan dengan kebesaran-Mu agar tidak diculik dari arah bawahku. (H.R. Abu Daud)”

Doa Mohon Kemudahan


Doa Mohon Kemudahan

Pada jaman penjajahan Belanda, mungkin tidak seorang pun yang bisa memastikan bahwa Indonesia bisa merdeka dari penjajahan. Betapa mungkin rakyat Indonesia yang bersenjatakan bambu runcing dapat menang melawan Belanda yang bersenjatakan meriam. Mustahil. Tetapi, tidak ada yang mustahil bagi Allah karena dia MahaKuasa atas segala sesuatu. Dan ternyata terbukti, Indonesia pun bisa terbebas dari penjajahan.
Itu adalah pelajaran penting bagi kita semua. Tidak ada yang sukar kalau Allah sudah menghendakinya mudah. Karena itu, ketika kita terbentur persoalan, apapun itu, yang rumit ataupun tidak, jangan pernah melupakan Allah. Jangan pernah putus harapan. Dia yang MahaSanggup menyelesaikan masalah. Dia juga tidak pernah jauh dari hamba-Nya. Ketika hamba-Nya meminta agar dimudahkan dalam setiap urusan, pasti Allah mengabulkannya.
Doa di bawah ini diberikan oleh Rasulullah SAW bagi kita yang menginginkan terbebas dari kesukaran dan berharap kebahagiaan.
Bacaan Doa Mohon Kemudahan
“Allaahumma laa sahla illa maa ja’altahu sahlan wa anta taj’alul huzna in syi’ta sahlan”
Arti Doa Mohon Kemudahan
“Ya Allah, tidak ada yang mudah kecuali Engkau tetapkan itu mudah. Dan apabila Engkau berkehendak, maka Engkau bisa menjadikan kesedihan itu menjadi kemudahan. 

Bacaan Doa Mohon Perlindungan Allah


Bacaan Doa Mohon Perlindungan Allah
“Allaahumma innii a’uuzubika min fitnatin naari wa ‘azaabin naari wa min fitnatil qabri wa ‘azaabil qabri wa min syarri fitnatil ginaa wa min syarri fitnatil faqri wa min syarri al-masiihid dajjaali”
Arti Doa Mohon Perlindungan Allah
“Ya Allah, sungguh aku mohon perlindungan kepada-Mu dari bencana api neraka, siksa neraka, bencana kubur, dan siksa kubur. Aku berlindung kepada-Mu dari kejelekan ujian atas kekayaan, dari kejelekan ujian atas kefakiran, serta dari kejahatan dajjal.

Bacaan Doa Kebahagiaan Suami Istri


Bacaan Doa Kebahagiaan Suami Istri
“Wa alqaitu ‘alaika mahabbatan minnii wa litusna’a ‘alaa ‘ainii”
Arti Doa Kebahagiaan Suami Istri
“Aku telah melimpahkan kepadamu kasih sayang yang datang dari-Ku; dan agar engkau diasuh di bawah pengawasan-Ku

Bacaan Doa Mohon Penyegeraan Keselamatan


Bacaan Doa Mohon Penyegeraan Keselamatan
“Allaahumma innii as’aluka ta’jiila ‘aafiyatika wa sabran ‘alaa baliyyatika wa khuruujan minad dunyaa ilaa rahmatika”
Arti Doa Mohon Penyegeraan Keselamatan
“Ya Allah, aku memohon kepada-Mu agar disegerakan curahan keselamatan dari sisi-Mu kepadaku, diberikan kesabaran dalam menghadapi cobaan-Mu, dan diberikan jalan keluar dari dunia menuju kepada kasih sayang-Mu.

DOA MOHON PERLINDUNGAN


Do'a Mohon Perlindungan


Artinya: "Ya Tuhanku, sungguh aku berlindung kepada-Mu dari memohon sesuatu yang aku tidak mengetahui hakikatnya. Dan sekiranya Engkau tidak memberi ampunan serta tidak menaruh belas kasihan kepadaku, niscaya aku akan termasuk golongan orang-orang yang merugi." (QS. H�d: 47).

Penjelasan:
Doa ini merupakan doanya Nabi Nuh a.s., yaitu ketika kaumnya termasuk anaknya (kan'an) ikut dihancurkan oleh Allah Swt. melalui banjir besar. Nabi Nuh a.s. perotes kepada Allah Swt., "kenapa anaknya (kan'an) ikut dihancurkan padahal dia adalah bagian dari keluargaku, dan Engkau sendiri berjanji akan menyelamatkan keluargaku dan menenggelamkan kaumku." (QS. H�d ayat 45).
Kemudian Allah memberikan jawaban: "bahwa dia (Kan'an) bukan termasuk keluargamu yang dijanjikan akan diselamatkan, karena dia tidak shalih dan beriman kepada Allah. Padahal yang akan diselamatkan dari banjir besar adalah mereka-mereka yang beriman kepada Allah.(H�d ayat 46).
Setelah diperingatkan Allah, Nabi Nuh a.s. berdoa dengan lafazh doa diatas. Kemudian Allah mengabulkan doanya. (QS. H�d ayat 48).

Do'a Mohon Keselamatan


Artinya: "Ya Tuhan, janganlah Engkau jadikan kami sasaran fitnah bagi kaum yang zhalim, dan selamatkanlah kami dengan curahan rahmat-Mu dari tipu daya orang- orang yang kafir." (Qs. Yunus: 85-86).

Penjelasan:
Doa ini dibaca oleh kelompok minoritas yang beriman kepada Nabi Musa a.s., setelah mereka menyaksikan kemukjizatannya dihadapan Fir'aun. Ketika itu, kaum Nabi Musa as yang terdiri dari pemuda-pemuda dalam keadaan takut, bahwa Fir'aun dan pemuka-pemukanya akan menyiksa mereka. Maka pada waktu itu pula Nabi Musa as memerintahkan kepada kaumnya agar tidak takut dan menyerahkan sepenuhnya kepada Allah Swt., seraya berdoa dengan lafazh doa diatas. Bisa dilihat dalam Surah Yunus ayat 83-86

Senin, 05 Maret 2012

Kelebihan baca dan hayati al-Quran


Al-Quran merupakan mukjizat yang paling besar dan utama yang diturunkan oleh Allah kepada nabi kita Muhammad s.a.w. Ia merupakan petunjuk yang paling baik untuk umat manusia sehingga hari qiamat dalam mencari keredhaan Allah seterusnya mencapai kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat.
Di antara kelebihan membaca serta menghayati segala isi al-Quran dapat dilihat melalui beberapa petikan hadis nabi s.a.w sebagai pedoman kepada kita semua.
1. Sabda nabi s.a.w yang bermaksud : Sebaik-baik kamu ialah orang yang belajar al-Quran dan mengajarnya
- muttafaqqun ‘alaihi
2. Sabda nabi s.a.w yang bermaksud : Sesiapa yang membaca satu huruf daripada kitab Allah (al-Quran) maka baginya(pembaca) dengannya (al-Quran) pahala dan pahala digandakan sepuluh sebagaimananya. Aku tidak kata bahawa alif laam miim itu satu huruf tetapi alif satu huruf, lam satu huruf dan mim itu satu huruf
- diriwayat oleh Tarmizi dan ia merupakan hadis hasan sohih
3.Sabda nabi s.a.w yang bermaksud : Orang yang membaca al-quran dan dia mahir dengannya bersama malaikat yang mulia dan orang yang taat. Sesiapa yang membaca al-Quran sedangkan dia tersekat-sekat padanya dan dia begitu susah atasnya maka baginya 2 pahala (pahala membaca dan pahala kesusahan).
- Sohih Bukhari dan muslim
4.Abi Umamah al-Bahili telah berkata bahawa dia mendengar sabda nabi s.a.w yang bermaksud :Kamu hendaklah membaca al-Quran maka sesungguhnya ia akan datang pada hari qiamat sebagai syafaat bagi ahli-ahlinya
- Riwayat Muslim
5. Sabda nabi s.a.w yang bermaksud : Sesungguhnya sesiapa yang tidak terdapat pada kerongkongnya sesuatu daripada al-Quran(tidak membaca) maka ia seperti rumah yang usang
- Riwayat Tarmizi
6. Dalam satu hadis Qudsi di mana sabda nabi s.a.w yang bermaksud : Allah telah berfirman yang bermaksud : Sesiapa yang sentiasa sibuk dengan al-Quran dan zikir mengingatiKu daripada meminta-minta kepadaKu maka Aku akan anugerahkan perkara yang lebih baik daripada Aku anugerahkan kepada mereka yang sentiasa memohon kepadaKu itu. Dan kelebihan Kalam Allah di atas segala kalam yang lain seperti lebihnya Allah di atas segala makhlukNya
- Riwayat Tarmizi dan hadis hasan sohih
7. Sabda nabi s.a.w yang bermaksud : Tiada suatu kaum yang berhimpun di dalam rumah daripada rumah-rumah Allah (masjid) membaca kitab Allah (al-Quran) dan tadarrus antara mereka melainkan akan diturunkan ketenangan ke atas mereka, disirami ke atas mereka rahmat, dikelilingi oleh para malaikat dan Allah menyebut-nyebut mereka pada sesiapa di sisinya
- Riwayat Muslim
8. Daripada Daripada ‘Uqbah bin ‘Amir telah berkata : Telah keluar Rasulullah s.a.w menemui kami di Suffah maka sabdanya : Siapakah di kalangan kamu yang suka keluar ke Buthan dan ‘Aqiq (nama 2 tempat di Madinah) di mana dia akan membawa pulang darinya 2 ekor unta yang sihat lagi gemuk tanpa berbuat dosa dan tidak pula memutuskan tali persaudaraan ? Maka kami menjawab : Wahai Rasulullah! Kami semua menyukai perkara itu. Sabdanya : Mengapakah seseorang daripadamu tidak keluar ke masjid untuk belajar atau membaca 2 ayat daripada kitab Allah (al-Quran) maka ia lebih baik daripada 2 ekor unta yang gemuk, tiga ekor, empat ekor di mana lebih baik baginya daripada empat dan daripada semua bilangan unta

PANDUAN DOA,CERITA,RIWAYAT,HADIS AGAMA ISLAM

APA YANG TERJADI SEKARANG NI DAH MENUNJUKKAN BENARNYA APA YANG DITULIS DI DALAM AL-QURAN. PENUHILAH IBADAT, PERBANYAKKAN IBADAT , MANTAPKAN IBADAT, SEBARKAN DAKWAH, SERULAH SEMUA AHLI KELUARGA, SAHABAT HANDAI MENUJU KEJALAN ALLAH. SESUNGGUHNYA KITA DAH HAMPIR PADA HARI KEBINASAAN (KIAMAT). BIARLAH KITA TERUK BAGAIMANA SEKALIPUN DI DUNIA INI, DIKEJI, DIHINA , DILUDAH, MAHUPUN DIPIJAK, ASALKAN KITA MENANG DI AKHIRAT KELAK. KERANA KITA ADALAH UMAT NABI MUHAMMAD S.A.W., UMAT YANG PALING MULIA DI ANTARA UMAT YANG LAIN. MAKA JADILAH DARI GOLONGAN-GOLONGAN ITU SUPAYA SENANG KITA APABILA DI SANA NANTI! INSYAALAH! 
ALLAHUMMA AHINABIL IMAN, WAAMITNA BIL IMAN, WA AD KHIL JANNATAMA ALIMAN!'YA ALLAH, KAU TETAPKANLAH IMAN KAMI, HIDUPKAN KAMI DENGAN IMAN, MATIKAN KAMI DENGAN IMAN, SYURGAKAN KAMI DENGAN IMAN!'. 
AMIN, AMIN YARRABBALALAMIN! 

PANDUAN DOA,CERITA,RIWAYAT,HADIS AGAMA ISLAM

Assalamualaikum..w.b.t..

Terdapat beberapa perkara yang mempunyai kaitan dengan kesusahan atau secara lebih khusus sebagai penyebab ditimpa kesusahan dan penderitaan yang mana pada kebiasaannya kita mengambil ringan tentang perkara tersebut. Dalam kitab Al-Barakah fi Fadhl lis Sa'yi Wal Harakah yang disusun oleh Abi Abdillah Muhammad bin Abdul Rahman Al-Habsyi telah diterangkan perkara yang mempunyai hubung kait dengan kesusahan seseorang.
1. tidak sembahyang atau solat.
2. tidak membaca Bismillah ketika hendak makan.
3. makan atas pinggan yang terbalik.
4. memakai kasut atau sandal memulakan sebelah kiri.
5. menganggap ringan apa2 yang terjatuh dalam hidangan makanan.
6. berwuduk' di tempat buang air besar atau air kecil.
7. suka bersandar pada pintu rumah.
8. suka duduk di atas tangga.
9. membiasakan diri mencuci tangan di dalam pinggan selepas makan.
10. membasuh tangan dengan tanah atau bekas tepung.
11. tidak membersihkan rumah.
12. membuang sampah atau menyapu dengan kain.
13. suka membersihkan rumah pada waktu malam.
14. suka tidur di atas muka.
15. membakar kulit bawang.
16. menjahit baju yang sedang dipakai.
17. mengelap muka dengan baju.
18. berdiri sambil bercekak pinggang.
19. tidur tidak memakai baju.
20. makan sebelum mandi hadas.
21. tergesa-gesa keluar dari masjid selepas menunaikan solat subuh.
22. pergi ke pasar sebelum matahari terbit.
23. lambat pulang dari masjid.
24. doakan perkara yang tidak baik terhadap ibubapa dan anak-anak.
25. kebiasaan tidak menutup makan yang dihidangkan.
26. suka memadam pelita dengan nafas.
27. membuang kutu kepala dalam keadaan hidup.
28. membasuh kaki dengan tangan kanan.
29. membuang air kecil pada air yang mengalir.
30. memakai seluar sambil berdiri.
31. memakai serban sambil duduk.
32. mandi junub di tempat buang air atau tempat najis.
33. makan dengan menggunakan dua jari.
34. berjalan di antara kambing.
35. berjalan di antara dua perempuan.
36. suka mempermainkan janggut.
37. suka meletakkan jari jemari tangan pada bahagian lutut.
38. meletakkan tapak tangan pada hidung.
39. suka menggigit kuku dengan mulut.
40. mendedahkan aurat di bawah sinaran matahari dan bulan.
41. mengadap kiblat ketika membuang air besar atau air kecil.
42. menguap ketika solat.
43. meludah di tempat buang air besar atau air kecil.

agama

FADHILAT SURAH YASSIN
RASULULLAH s.a.w telah bersabda yang bermaksud: "Bacalah surah Yassin kerana ia mengandungi keberkatan", iaitu:
1. Apabila orang lapar membaca surah Yassin, ia boleh menjadi
kenyang.
2. Jika orang tiada pakaian boleh mendapat pakaian.
3. Jika orang belum berkahwin akan mendapat jodoh.
4. Jika dalam ketakutan boleh hilang perasaan takut.
5. Jika terpenjara akan dibebaskan.
6. Jika musafir membacanya, akan mendapat kesenangan apa yangdilihatnya.
7. Jika tersesat boleh sampai ke tempat yang ditujuinya.
8. Jika dibacakan kepada orang yang telah meninggal dunia, Allahmeringankan siksanya.
9. Jika orang yang dahaga membacanya, hilang rasa hausnya.
10.Jika dibacakan kepada orang yang sakit, terhindar daripadapenyakitnya.
11. Rasulullah s.a.w bersabda: "Sesungguhnya setiap sesuatu mempunyaihati dan hati al-Quran itu ialah Yassin. Sesiapa membaca surahYassin,nescaya Allah menuliskan pahalanya seperti pahala membacaal-Quran sebanyak 10 kali.
12. Sabda Rasulullah s.a.w lagi, "Apabila datang ajal orang yang sukamembaca surah Yassin pada setiap hari, turunlah beberapa malaikatberbaris bersama Malaikat Maut. Mereka berdoa dan meminta dosanyadiampunkan Allah, menyaksikan ketika mayatnya dimandikan dan turutmenyembahyangkan jenazahnya".
13. Malaikat Maut tidak mahu memaksa mencabut nyawa orang yang sukamembaca Yassin sehingga datang Malaikat Redwan dari syurga membawaminuman untuknya.Ketika dia meminumnya alangkah nikmat perasaannyadan dimasukkan ke dalam kubur dengan rasa bahagia dan tidak merasasakit ketika nyawanya diambil.
14. Rasulullah s.a.w bersabda selanjutnya: "Sesiapa bersembahyangsunat dua rakaat pada malam Jumaat, dibaca pada rakaat pertamasurah Yassin dan rakaat kedua Tabaroka, Allah jadikan setiap hurufcahaya dihadapannya pada hari kemudian dan dia akan menerimasuratan amalannya ditangan kanan dan diberi kesempatan membela 70orang daripada ahli rumahnya tetapi sesiapa yang meragui keteranganini, dia adalah orang-orang yang munafik.

agama

Pembukaan

Dengan nama Allah, Penuh Kasih Penuh Sayang
Puja dan puji bagi Allah sendiri
Penyempurna segala alam perujudan
Penuh Kasih Penuh Sayang
Raja Hari Keputusan
Cuma pada-Mu kami semua sembah
menghadap
Cuma pada-Mu kami semua palingkan
harap
Bimbinglah kami ke lebuh lempang
Menjejaki siapa yang telah Kauberi hati
Bukan yang Kaudera dengan kemurkaan
Bukan pula yang hilang jalan

Surat Al-Fatihah 1-7 
Diturunkan di Makkah

surga dan agama

Beberapa hari setelah tertembaknya Dr. Azahari di Batu, Jawa Timur, Habib Rizieq menyatakan (dalam hal ini membenarkan ungkapan) bahwa pelaku terorisme di Indonesia itu akan masuk surga. Ia menyampaikan rasa simpati dan menilainya sebagai orang yang mati syahid. Pernyataan ini seolah memperkuat pendapat seorang teroris yang direkam dalam kepingan CD, mati dalam pemboman di Bali akan masuk surga. Ini tentu karena si teroris yakin akan hal itu. Dengan demikian jelas bahwa motif tindakannya dianggap melaksanakan ajaran agama Islam. Ungkapan ini sudah tentu dalam membenarkan dan menyetujui tindak kekerasan atas nama Islam. Benarkah demikian? 

Pertama-tama, harus disadari bahwa tindak teroristik adalah akibat dari tidak efektifnya cara-cara lain untuk ‘menghadang’, apa yang dianggap sang teroris sebagai, hal yang melemahkan Islam. Bentuk tindakan itu dapat saja berbeda-beda namun intinya sama, yaitu anggapan bahwa tanpa kekerasan agama Islam akan ‘dikalahkan’ oleh hal-hal lain, termasuk modernisasi ‘model Barat’. Tak disadari para teroris, bahwa respon mereka bukan sesuatu yang murni dari agama Islam itu sendiri. Bukankah dalam tindakannya para teroris juga menggunakan penemuan-penemuan dari Barat? Ini terbukti dari berbagai alat yang digunakan, seperti perkakas komunikasi dan alat peledak. Bukankah ini menunjukkan hipokritas yang luar biasa dalam memandang kehidupan? 

Demikian kuat keyakinan itu tertanam dalam hati para teroris, sehingga sebagian mereka bersedia mengorbankan jiwa sendiri dengan melakukan bom bunuh diri. Selain itu juga karena adanya orang-orang yang mendukung gerakan teroris itu. Patutlah dari sini kita memeriksa kebenaran pendapat itu. Tanpa pendekatan itu, tinjauan kita akan dianggap sebagai ‘buatan musuh’. Kita harus melihat perkembangan sejarah Islam yang terkait dengan hal ini sebagai perbandingan. 

Dalam sejarah Islam yang panjang, ada tiga kaum dengan pendapat penting yang berkembang. Kaum Khawarij menganggap penolakan terhadap setiap penyimpangan sebagai kewajiban agama. Dari mereka inilah lahir para teroris yang melakukan pembunuhan demi pembunuhan atas orang-orang yang mereka anggap meninggalkan agama. Lalu ada kaum Mu’tazilah, yang menganggap bahwa kemerdekaan manusia untuk mengambil pendapat sendiri tanpa batas dalam ajaran Islam. Mereka menilai adanya pembatasan apapun akan mengurangi kebebasan manusia. Di antara dua pendapat yang saling berbeda itu, ada kaum Sunni yang berpandangan bahwa kaum muslimin memiliki kebebasan dengan batas-batas yang jelas, yaitu tidak dipekenankan melakukan tindakan yang diharamkan oleh ajaran agama Islam, salah satunya bunuh diri. 

Mayoritas kaum muslim di seluruh dunia mengikuti garis Sunni ini dan menggunakan paham itu sebagai batasan perlawanan terhadap perubahan-perubahan yang terjadi. Karenanya, penulis yakin bahwa orang yang membenarkan terorisme itu berjumlah sangat kecil. Itulah sebabnya, dalam sebuah keterangan pers penulis menyatakan bahwa Islam garis keras seperti Front Pembela Islam (FPI) yang dipimpin Habib Rizieq, adalah kelompok kecil dengan pengaruh sangat terbatas. Ini adalah kenyataan sejarah yang tidak dapat diabaikan sama sekali. Akibat dari anggapan sebaliknya, sudah dapat dilihat dari sikap resmi aparat penegak hukum kita yang terkesan tidak mau mengambil tindakan-tindakan tegas terhadap mereka itu. 

Kita perlu mendudukkan persoalannya pada rel yang wajar. Pertama, pandangan para teroris itu bukanlah pandangan umat Islam yang sebenarnya. Ia hanyalah pandangan sejumlah orang yang salah bersikap melihat sejumlah tantangan yang dihadapi ajaran agama Islam. Kedua, pandangan itu sendiri bukanlah pendapat mayoritas. Selain itu, terjadi kesalahan pandangan bahwa hubungan antara agama dan kekuasaan akan menguntungkan pihak agama. Padahal sudah jelas, dari proses itu sebuah agama akan menjadi alat pengukuh dan pemelihara kekuasaan. Jika sudah demikian agama akan kehilangan peran yang lebih besar, yaitu inspirasi bagi pengembangan kemanusiaan. Selain itu juga akan mengurangi efektivitas peranan agama sebagai pembawa kesejahteraan. 

Agama Islam dalam al-Qur’an al-Karim memerintahkan kaum muslimin untuk menegakkan keadilan, sesuai dengan firman Allah “Wahai orang-orang yang beriman, tegakkan keadilan” (Ya ayyuha al-ladzina amanu kunu qawwamina bi al-qisthi). Jadi yang diperintahkan bukanlah berbuat keras, tetapi senantiasa bersikap adil dalam segala hal. Begitu juga dalam kitab suci banyak ayat yang secara eksplisit memerintahkan kaum muslimin agar senantiasa bersabar. Tidak lupa pula, selalu ada perintah untuk memaafkan lawan-lawan kita. Jadi sikap ‘lunak’ dan moderat bukanlah sesuatu yang bertentangan dengan ajaran agama Islam. Bahkan sebaliknya sikap terlalu keras itulah yang ‘keluar’ dari batasan-batasan ajaran agama. 

Berbeda dari klaim para teroris, Islam justru mengakui adanya perbedaan-perbedaan dalam hidup kita. Al-Qur’an menyatakan “Sesungguhnya Ku-ciptakan kalian sebagai lelaki dan perempuan dan Ku-jadikan kalian berbangsa-bangsa dan bersuku-suku bangsa untuk saling mengenal” (Inna khalaqnakum min dzakarin wa untsa wa ja’alnakum syu’uban wa qabaila li ta’arafu). Dari perbedaan itu, Allah Swt memerintahkan “berpeganglah kalian pada tali Allah dan janganlah terpecah belah” (wa i’tashimu bi habl Allah jami’an wa la tafarraqu). Berbagai perkumpulan hanyalah menandai adanya kemajemukan/pluralitas di kalangan kaum muslimin, sedangkan aksi para teroris itu adalah sumber perpecahan umat manusia. 

Kebetulan, negara kita berpegang kepada ungkapan Empu Tantular ‘Bhinneka Tunggal Ika’ (berbeda-beda namun tetap satu juga). Kaum muslimin di negeri ini telah sepakat untuk menerima adanya negara yang bukan negara Islam. Ia dicapai dengan susah payah melalui cara-cara damai. Jadi patutlah hal ini dipertahankan oleh kaum muslimin. Karena itu, kita menolak terorisme dalam segala bentuk. Jika mereka yang menyimpang belum tentu masuk surga, apalagi mereka yang memberikan ‘rekomendasi’ untuk itu.